Departemen Lingkungan Tata Ruang & Agraria

Studi ini memiliki peran hukum lingkungan dari sudut pandang hukum administrasi, hukum pidana, dan hukum perdata sebagai multidisiplioner sebagai penarik program kekhususan lingkungan dan tata ruang. Terdiri dari ruang lingkup yang meliputi hukum tata ruang dan hukum agraria. Tata ruang, yaitu kesatuan ruang yang mencakup darat, laut, dan udara sebagai tempt untuk makhluk hidup menjalankan kelangsungan hidupnya. Sedangkan hukum agraria secara sempit merupakan hukum pertahanan.Bersama Yulinda Adharani, S.H., M.H., sebagai Perwakilan Kepala Departemen, Johrdan Fautngiljanan, sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa, dan Hajriyanti Nuraini, sebagai Mahasiswa Berprestasi.

QuestionsAnswers  
Bagaimana pengalaman belajar & mengajar di PK Litra?Ibu Yulinda Adharani: Selain belajar di kelas, kami juga belajar langsung ke lapangan. Salah satunya melalui Klinik Lingkungan yang sering menghadirkan praktisi terkait melalui kuliah umum. Intinya mengajak alumni khususnya dan juga yang bukan alumni atau praktisi-praktisi dalam pembelajaran di Litra.Hajriyanti Nuraini: Suasana kelas lebih interaktif, biasanya sebelum masuk pada materi, dosen memberi bacaan jadi bisa diskusi pas masuk kelas. Kemduain, ada studi kasus yang nantinya dianalisis lebih jauh lagi dan pengajaran juga seru, karena tidak selalu monoton. Banyak tipe pemberian tugas juga, seperti review film, dll.Johrdan Fautngiljanan: Dosennya baik dan memberikan nilai yang baik juga. Semakin penasaran bahwa hukum lingkungan itu membahas banyak disiplin ilmu yang dipelajari juga, di Internasional isu lingkungan itu merupakan isu global, menurutku belajar di PK Litra itu luar biasa.
Bagaimana prospek kerja dari PK Litra?Ibu Yulinda Adharani: Prospek litra salah satunya yang dijalani oleh alumni adalah sebagai hakim yang mengurusi sengketa lingkungan yang teori-teorinya didapatkan ketika kuliah. Bisa juga menjadi PNS, dosen, dan di lawfirm karena agraria saat ini sedang banyak permasalahan dan jadi konsultan hukum juga bisa. Juga Walhi dan LBH jika butuh untuk magang riset.  
Kenapa abang dan kakak memilih untuk mengambil PK Litra?Hajriyanti Nuraini: Dari awal sudah suka dengan isu-isu lingkungan. Selain itu banyak nilai tambahnya seperti saat aku ikut penelitian bersama dosen dan banyak hal-hal baru yg didapatkan. Hima juga sangat merangkul, terdapat diskusi di mana kita membahas isu terkait, terakhir kelasnya tidak bikin tegang saat kuliah.Johrdan Fautngiljanan: Aku melihat prospek dari Litra, jadi banyak pekerjaan yang kiranya bisa membantu aku itu di kemudian hari. Aku juga tertarik banget dengan sumber daya alam karena cita-cita sejak kecil aku pengen bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang material seperti bahan galian, tambang, dan minyak bumi. Selain itu juga dengan agraria, karena di agraria itu paling dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dulu pernah ada permasalahan dan materinya sangat membantu aku, dengan begitu juga bisa ngasih saran-saran kepada keluarga kita. 
Apa tips & trick dalam membagi waktu sebagai mahasiswa dan peserta lomba?Hajriyanti Nuraini: Untuk tipsnya itu harus tau apa yang harus diselesaikan lebih dulu. Selain itu juga kalau merasa kewalahan, bisa minta bantuan tim lomba.Johrdan Fautngiljanan: Menurut aku manajemen waktu memang penting, dan harus fokus kuliah dulu. Semakin tinggi semester semakin banyak peluang waktunya tidak terlalu sibuk. Organisasi hima di Litra itu fleksibel jadi tidak sampai menyita waktu dan juga dibantu departemen, kakak-kakak dan juga dosen-dosennya. 
Bagaimana PK Litra ini mensupport lomba yang diikuti?Hajriyanti Nuraini: Pengalaman lomba pertama, aku ambil untuk menguatkan research dan public speaking, aku juga tertarik dengan tema lomba tersebut, yaitu "SDA Ikan dan Bagaimana Climate Change Mempengaruhi SDA Ikan". Kebetulan ada kelas tentang climate change dan aku dapat bertanya langusng ke dosen. Sehingga, PK Litra ini membantu karena berhubungan dan sejalan dengan PK yg aku ambil dan pengalaman lomba itu memberikan aku tambahan ilmu saat di kelas.  
Bagaimana lingkungan dan pergaulan di PK Litra?Johrdan Fautngiljanan: Suasana himpunan mahasiswa tidak seperti hima di fakultas lain, karena hima fh sangat berkaitan dengan akademis, baru mengambil fokus program kekhususan pada semester 5 jadi untuk menyiapkan kegiatan yang beragam, dosen di departemen sangat membantu kegiatan mahasiswa, kegiatan internal mengadakan sharing session bersama alumni, sehingga hubungan mahasiswa dengan alumni sangat dekat dan sangat bermanfaat.  

Departemen Internasional

Program Kekhususan Hukum Internasional merupakan PK tertua yang didirikan pada tahun 1957 oleh Prof. Mochtar Kusumaatmadja yang saat itu juga menjabat sebagai kepala Departemen Internasional pertama. Visi dan misi dari PK HI ini yaitu menjadikan mahasiswa sebagai global citizen yang berwibawa dan mampu menjadi generasi yang menjanjikan bagi perkembangan hukum internasional dunia.Bersama Dr. Irawati Handayani, SH., LL.M, sebagai Perwakilan Kepala Departemen, Amru Daffa T., sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa, dan Tsabita Nur Zhahira, sebagai Mahasiswa Berprestasi.

QuestionsAnswers  
Bagaimana pengalaman belajar & mengajar di PK Hukum Internasional?Dr. Irawati Handayani: Pengalaman ketika waktu kuliah itu dosen pengajarnya sangat berwibawa karena waktu itu kita belajar bersama profesor dan mereka memiliki pengetahuan yg luas, yg berkecimpung bukan di nasional tp di internasional juga. Materinya insightful jadi kami terkagum-kagum. Dosen juga membuat kita berani berbicara yang sekaligus menjadi dorongan untuk kita belajar.Amru Daffa: Di departemen ini menarik, yang pertama intinya kita harus memiliki passion di suatu bidang sebelum memilih PK yang diambil. Kebetulan aku suka dengan PK HI, dosen-dosen dan sistem pembelajarannya itu sistem problem solving, berpikir kritis, dan kelompok kecil untuk menuangkan pikiran dan tulisan yaitu Hukum internasional dan dipresentasikan didepan dosen dan mahasiswa. Membooster rekan-rekan mahasiswa untuk berkiprah didunia internasional, dan mendorong mahasiswa HI untuk berpikir kritis.Tsabita Nur Zhahira: Pengalaman belajar di PK HI dapat banyak ilmu dari dosen-dosen dan cara pembelajaran yang sangat aktif, betul-betul jadi berani berbicara dan dapat menuangkan apa saja yang mau kita katakan terlebih dahulu secara tertulis. Selain itu, lomba yang aku ikuti IMCC adalah hukum publik dan seranah dengan HI dan apa yang aku pelajari di kelas membantu saat perlombaan itu dan membantu ketika akan menjadi praktisi di kemudian hari.
Bagaimana pengalaman organisasi di dalam PK HI?Amru Daffa: HIMA Inter merupakan wadah dan jembatan bagi adik-adik semua dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari sebagai mahasiswa internasional dan kami ingin memajukan kapabilitas dari masing masing anggota seperti ada seminar, workshop, membuat suatu artikel singkat 5-10 menit untuk menambah wawasan, hima memiliki suatu fungsi untuk menghubungkan kepada alumni-alumni yang sudah lulus. Banyak sekali alumni pk HI yang menjadi dubes, kedutaan, dan internasional organization dan fasilitas ini lah untuk adik adik dalam menjalin relasi, dan memberikan benefit bagi adik-adik selama di PK HI.Selama di HIMA Inter aku pribadi bisa bertemu dubes, internasional lawyer, NGO, sebagai legal officer ataupun lawyer, dan aku banyak kenal dengan alumni dan banyak tawaran dari alumni, dan ini bisa membantu adik-adik dalam membangun karirnya, jadi banyak sekali pengalaman yang didapatkan di HIMA IN, jadi kalau kalian punya passion di HI dan menjalin relasi dengan alumni jangan ragu bergabung dengan PK HI. 
Apa suka & duka yang dirasakan selama dalam PK HI?Amru Daffa: Sukanya itu materinya aku suka dengan invansion dan kasus-kasus yang berkembang sejak diterbitkannya konsep hukum dan ini diharapkan mendorong untuk belajar lebih lagi. Hima Inter dan dosen juga suka mengundang agar kelas kita lebih berwarna dan berdialog dengan narsum yang luar biasa, interaksi antara mahasiswa dan dosennya organik karena dalam kelas kita saling bertukar pikiran dan dosen reach out ke mahasiswa dalam berdiskusi dengan menggunakan legal standing yang baik dan ini menimbulkan suatu interaksi sehingga kita percaya diri dalam menyampaikan isu. Dukanya, sistem pembelajaran base problem solving sehingga jumlah tugas banyak dan harus bisa menjelaskan tugasnya secara detail dan menimbang jumlah, juga kesibukan diluar kampus sehingga tugasnya cukup sulit dan berat tapi hal ini membangun kita untuk time management.Tsabita Nur Zhahira: Untuk suka, karena proses pembelajaran yang aktif dan kita juga didorong untuk berbicara dan berpendapat di depan kelas dan kita harus betul betul paham akar dari suatu materi. Saat membaca kasus, kita didorong untuk memahami latar belakang kasus itu dan ilmu yang kita dapat tidak setengah-setengah. Kuliah umum yang mengundang narsum itu sangat menggambarkan saat kita akan bekerja dengan mengundang orang yang sangat kompeten.Dr. Irawati Handayani: Saya bisa mengklaim bahwa departemen kita menghadirkan perkuliahan yang tidak monoton, seperti menghadirkan Dubes Serbia yang live dari langsung dari sana, dsb. Kita juga mempunyai networking yang luas.
Apa yang membuat abang dan kakak untuk memilih PK HI?Tsabita Nur Zhahira: Karena aku sudah ikut perlombaann dan mootcourtnya, sehingga sudah sempat belajar HI. Aku jadi tertarik sekali sama materi materi yang dipelajari. Ketika belajar, materi lain itu tidak semenarik saat aku belajar HI, dan setelah aku analisa diri aku sendiri, aku memiliki minat ke PK HI.Amru Daffa: Karena dari SMA memiliki tujuan mau masuk MU sehingga kamu punya hal berpikir kritis dimana diajak berdiplomasi jadi HI merupakan tangganya menjadi diplomat, jadi cita-cita, dan berdiskusi dengan senior dan dosen, berdasarkan hal tersebut fix mengambil PK hukum internasional di semester dua. 
Bagaimana cara agar kita tidak kalah bersaing untuk bekerja dengan mahasiswa hukum internasional?Dr. Irawati Handayani: Hukum itu ilmu pastinya, karena kita sudah punya rules, konvesi, dll. Lalu kalau diperhatikan, diplomat itu pasti berkaitan dengan masalah hukum, tidak selalu diplomasinya jadi kelebihannya adalah akan memiliki legal work yang pasti berhubungan berbeda dgn sebaliknya yg harus bekerja keras untuk mengerti hukum-hukum. Jadi, lulusan hukum internasional itu sudah lebih siap pakai, juga ada soft skill lain yg sudah kita berikan kepada mahasiswa seperti bagaimana acting sebagai diplomat, atau bagaimana menyelesaikan suatu masalah.Amru Daffa: At the end of the day, yang membedakan kita dengan kompetitor kita adalah niat untuk belajar jadi pembanding utamanya seberapa jauh kita ingin untuk mem push diri kita.Tsabita Nur Zhahira: Kebetulan aku pernah bincang bincang sama sepupu aku yang berjurusan hubungan internasional, dan memiliki perbedaannya. Misal, komunikasi kita lebih memiliki legal standing dan ada perbedaan konteks yang dipelajari. Kembali lagi ke kita bagaimana mengaplikasikan dan selalu ingin tahu atau belajar sehingga dapat diaplikasikan ke dunia kerja.

Departemen Tata Negara

Pada program kekhususan ini mahasiswa akan mempelajari tentang ilmu pengetahuan tentang teori-teori dasar hukum ketatanegaraan, aliran-aliran pemikiran hukum dengan berbagai dinamika tumbuh kembangnya, proses terjadinya hukum dan berlakunya hukum di masyarakat, sumber-sumber hukum, penggolongan hukum serta interprestasi hukum dengan tepat.Bersama Prof. Susi Dwi Harijanti, S.H., LL.M., Ph.D, sebagai Kepala Departemen, Mario Angkawidjaja, sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa, dan Putri Noviyanti, sebagai Mahasiswa Berprestasi.

QuestionsAnswers  
Bagaimana pengalaman belajar & mengajar di PK HTN?Prof. Susi Dwi Harijanti: Saya pun dulu galau ingin memilih antara PK internasional dan PK HTN, syaratnya sama yaitu matkul bahasa inggris harus B dan mengambil mata kuliah organisasi internasional karena sama objek kajiannya negara. Skripsi saya tentang badan pekerja MPR, dan yang membimbing saya Pak Sri, mungkin berbeda dengan jurusan-jurusan lain itu yang beberapa bulan selesai. Pak Sri meminta saya pergi ke kedutaan Uni Soviet untuk membandingkan badan pekerja MPR dengan komite rakyat Cina dan presidium tertinggi Uni Soviet. Lalu saya juga diberi buku langsung dari Profesor. Mereka (dosen HTN) itu tidak pelit bahan dan ilmu untuk membantu memberi bahan menunjang membuat skripsi mahasiswanya.Mario Angkawidjaja: Proses pembelajaran untuk saya pribadi salah satu alasan memilih HTN karena proses pembelajarannya yang cocok buat saya yang betul-betul penuh dengan diskusi, dosen-dosennya pun inklusif dan terbuka, dan itu lingkungan yang cocok buat saya. Dengan kelompok yang berjumlah kecil menjadi keuntungan karena bisa lebih intensif dalam berdiskusi baik sama dosen maupun sesama teman.Putri Noviyanti: Dulunya galau karena alumni HTN sangat luar biasa, dan takut tidak dapat mengikuti mereka. Salah satu pertimbangan juga, kata orang-orang HTN lulusnya lama, tetapi setelah direnungkan lagi selama 4 tahun ingin ada hasilnya dan aku tertarik sama dengan materi pembahasannya.
Bagaimana lingkungan & pergaulan pada PK HTN?Mario Angkawidjaja: Pengalaman organisasi saya secara pribadi itu udah dua setengah tahun berada di PLEADS yang ke-3 tahun di PLEADS dan sebetulnya temen-temen HTN yang lain pun cukup banyak yang jadi anggota PLEADS, Putri juga pernah sempat jadi pengurus dan pengalaman organisasi tentu menyenangkan dalam arti di organisasi itu kita bebas untuk mendiskusikan berbagai hal kayak gitu untuk mengasah minat dan bakat kita demi kepentingan.PLEADS juga menaungi banyak lomba ya bukan hanya debat juga drafting atau LKTI dan lain-lain. Kita begitu dekat hubungannya dengan departemen HTN yang sering membimbing kayak gitu, jadi secara tidak langsung mungkin nya jadi disini jadi tempatnya anak-anak HTN untuk berorganisasi. 
Apa prospek kerja dari PK HTN?Prof. Susi Dwi Harijanti: Dulu HTN dianggap berbeda dengan PK PK lain, karena memang ruang lingkup keilmuannya seperti itu. Sebetulnya sangat terbuka peluang kerja, apakah lulusan PK HTN bisa menjadi lawyer? sangat bisa karena HTN mencakup mahkamah konstitusi, memegang bagian hukum di perusahaan contohnya KAI, profesi apapun yang diambil akan berhubungan dengan kewenangan, legal drafter di perusahaan, analis hukum, dll. Terbuka luas yang penting adalah orangnya, selama orang itu studi bisa mengelaborasi kemampuannya.Departemen HTN sangat mendorong dosen-dosennya untuk selalu update material dan cara meningkatkan pemahaman mahasiswa, serta mengaktifkan lebih kepada diskusi-diskusi atau active group learning. Profesi itu terbuka luas dan tidak perlu khawatir, bisa di biro hukum, calon hakim, calon jaksa. Perbanyak latihan daya nalar, bukan memahami hukum positif saja namun hukum umum dan khusus juga. 
Bagaimana bentuk materi, tugas, dan ujian dalam PK HTN?Mario Angkawidjaja: Untuk tugasnya variatif, saya pernah diminta untuk review film. Untuk ujian sebetulnya memang agak susah tidak semudah ngisi soal tapi impact nya luar biasa, kita jadi dituntut untuk membaca lebih banyak, latihanlah setidaknya skripsi kecil-kecilan begitu. Sejauh ini setiap ujian akhir, kita dikasih kesempatan selebar-lebarnya untuk pilih topik yang kita ingin kaji gitu, sehingga kita semangat untuk mengkaji topiknya dan dosen memberikan bahan-bahan memberikan arahan yang sangat membantu kita untuk eksplor topik dan tugas lainnya. Untuk presentasi kadang literatur review juga. Paling penting dari semua jenis tugasnya itu dituntut engagement dari mahasiswanya itu lebih besar dibandingkan dengan kita mendengarkan dosen saja.Putri Noviyanti: Tidak setiap hari presentasi sendiri-diri, kita dipecah berbagai tim dan membedah jurnal. Saat UAS walaupun tidak mudah, seperti bikin jurnal dan selesainya dapat di publikasikan, aku rasa inti dari ciri khas pembelajaran adalah porsinya lebih banyak mahasiswa daripada dosen karena dosen akan memberikan arahan dan materi-materinya.Prof. Susi Dwi Harijanti: Pada tugas ataupun ujian, kami mengutamakan essai karena ingin melatih kemampuan nalar mahasiswa dan bagaimana mahasiswa menjawab dan berpikir terhadap suatu masalah dan sangat mendukung apabila tugas akhir mereka dipublikasikan menjadi jurnal.
Apa kelebihan PK HTN yg membedakannya dengan PK lain?Prof. Susi Dwi Harijanti: Pertama, karena saya senang negara, yang memutuskan saya mengambil HTN mungkin banyaknya subjektif, karena dosen-dosennya yang meyakinkan. Saat ada HIMAHTN, dosen-dosen suka menyelenggarakan diskusi dan mahasiswa boleh hadir, dan kita dapat meminta bahan, diberi oleh dosen. Faktor peran dosen sangat menentukan saya mengambil HTN. Prof Sri mendidik kami dosen HTN untuk legaliter.Tidak ada pertanyaan bodoh yang disampaikan oleh mahasiswa, dan semua pertanyaan mahasiswa harus dijawab dengan baik, dan dosen-dosen di HTN diwajibkan untuk membaca, berduskusi, dan mengobrolkan isu-isu tertentu. Bila dibandingkan PK lain, terkadang ada kesalahan penilaian, PK HTN akan transparan nilai karena mahasiswa mempunyai hak untuk komplain. Menunjukan bahwa kami sangat concern tentang kualitas.